Sabtu, 26 Oktober 2013

Corporate Social Responsiblity



PENGERTIAN CSR, MANFAAT BAGI MASYARAKAT DAN PERUSAHAAN

TEORI

Program CSR merupakan investasi bagi perusahaan demi pertumbuhan dan keberlanjutan (sustainability) perusahaan dan bukan lagi dilihat sebagai sarana biaya (cost centre) melainkan sebagai sarana meraih keuntungan (profit centre). Program CSR merupakan komitmen perusahaan untuk mendukung terciptanya pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

PENGERTIAN

Istilah Corporate Social Responsibility (CSR) erat kaitannya dengan masyarakat dan perusahaan-perusahaan besar. Pada dasarnya CSR merupakan bentuk kontribusi perusahaan untuk keberlangsungan kehidupan masyarakat di sekitarnya, baik secara sosial, ekonomi dan lingkungan masyarakat.

Secara harfiah CSR diartikan sebagai tanggung jawab sosial perusahaan. Sedangkan menurut World Bank, CSR adalah komitmen dari bisnis untuk berkontribusi bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kehidupan sehingga berdampak baik bagi bisnis sekaligus baik bagi kehidupan sosial. Para pengamat bisnis juga ada yang mengartikan CSR sebagai bentuk komitmen usaha untuk bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya, masyarakat lokal dan masyarakat secara lebih luas.

MANFAAT BAGI MASYARAKAT

            CSR akan lebih berdampak positif bagi masyarakat, ini akan sangat tergantung dari orientasi dan kapasitas lembaga dan organisasi lain, terutama pemerintah. Studi Bank Dunia (Howard Fox, 2002) menunjukkan, peran pemerintah yang terkait dengan CSR meliputi pengembangan kebijakan yang menyehatkan pasar, keikutsertaan sumber daya, dukungan politik bagi pelaku CSR, menciptakan insentif dan peningkatan kemampuan organisasi. Untuk Indonesia, bisa dibayangkan, pelaksanaan CSR membutuhkan dukungan pemerintah daerah, kepastian hukum, dan jaminan ketertiban sosial. Pemerintah dapat mengambil peran penting tanpa harus melakukan regulasi di tengah situasi hukum dan politik saat ini. Di tengah persoalan kemiskinan dan keterbelakangan yang dialami Indonesia, pemerintah harus berperan sebagai koordinator penanganan krisis melalui CSR (Corporate Social Responsibilty). Pemerintah bisa menetapkan bidang-bidang penanganan yang menjadi fokus, dengan masukan pihak yang kompeten. Setelah itu, pemerintah memfasilitasi, mendukung, dan memberi penghargaan pada kalangan bisnis yang mau terlibat dalam upaya besar ini. Pemerintah juga dapat mengawasi proses interaksi antara pelaku bisnis dan kelompok-kelompok lain agar terjadi proses interaksi yang lebih adil dan menghindarkan proses manipulasi atau pengancaman satu pihak terhadap yang lain.
Intinya manfaat CSR bagi  masyarakat yaitu dapat mengembangkan diri dan usahanya sehingga sasaran untuk mencapai kesejahteraan tercapai.

MANFAAT  BAGI PERUSAHAAN 
  
           1.            Meningkatkan Citra Perusahaan
Dengan melakukan kegiatan CSR, konsumen dapat lebih mengenal perusahaan sebagai perusahaan yang selalu melakukan kegiatan yang baik bagi masyarakat.

2.    Memperkuat “Brand” Perusahaan
Melalui kegiatan memberikan product knowledge kepada konsumen dengan cara membagikan produk secara gratis, dapat menimbulkan kesadaran konsumen akan keberadaan produk perusahaan sehingga dapat meningkatkan posisi brand perusahaan.

3.    Mengembangkan Kerja Sama dengan Para Pemangku Kepentingan
Dalam melaksanakan kegiatan CSR, perusahaan tentunya tidak mampu mengerjakan sendiri, jadi harus dibantu dengan para pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, masyarakat, dan universitas lokal. Maka perusahaan dapat membuka relasi yang baik dengan para pemangku kepentingan tersebut.

4.    Membedakan Perusahaan dengan Pesaingnya
Jika CSR dilakukan sendiri oleh perusahaan, perusahaan mempunyai kesempatan menonjolkan keunggulan komparatifnya sehingga dapat membedakannya dengan pesaing yang menawarkan produk atau jasa yang sama.

5.    Menghasilkan Inovasi dan Pembelajaran untuk Meningkatkan Pengaruh Perusahaan
Memilih kegiatan CSR yang sesuai dengan kegiatan utama perusahaan memerlukan kreativitas. Merencanakan CSR secara konsisten dan berkala dapat memicu inovasi dalam perusahaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan peran dan posisi perusahaan dalam bisnis global.

CONTOH PERUSAHAAN
Kesuksesan CSR AQUA Danone
 “Sekarang sumber air sudekat Beta sonde terlambat lagi” Begitulah sepenggal kalimat yang meluncur dari mulut seorang anak laki laki berkulit hitam manis di Papua. Iklan milik Danone Aqua ini kita jumpai pada tahun 2009, sebagai bukti pelaporan kepada masyarakat bahwa Aqua telah melakukan suatu bentuk program kepeduliannya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar (NTT).

Program Coorporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu bentuk wajib yang telah ditetapkan oleh pemerintah sejak tahun 2007, pasal 74 ayat 1 disebutkan bahwa “Perseroan Terbatas yang menjalankan  usaha dibidang bersangkutan dengan sumber daya alam wajib menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan”. Peraturan tentang CSR yang lebih terperinci tertuang dalam UU yang dijabarkan lebih jauh oleh Peraturan Menteri Negara BUMN No:Per-07/MBU/2007.

SCR AQUA

Mengingat Aqua adalah perusahaan yang telah melayani masyarakat hampir 40 tahun, Aqua juga menggunakan sumber daya alam yakni sumber air bersih, oleh karena itu untuk menjaga kesinambungan serta keseimbangan penggunaan sumber daya agar tetap terjaga dan manfaatnya bagi masyarakat luas dan menciptakan pertumuhan sumber daya yang berkelanjutan. Oleh karena itu dirasa penting Aqua melakukan kegiatan CSR, dalam rangka sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan dengan menerapkan kegiatan berbasis masyarakat dalam menjalankan programnya. Kampanye yang telah dimulai sejak tahun 2007 ini juga adalah sebuah kampanye berkelanjutan mengenai kebaikan alam (Goodness of nature).

Salah satu program Aqua adalah WASH (Water Access, Sanitation, Hygiene Program) tujuanya untuk memberikan solusi dalam penyediaan air bersih di Indonesia. Didalam program WASH ini adalah program ‘Satu Untuk Sepuluh’, program ini juga mendukung program Millenium Development yang dicanangkan oleh PBB tujuannya untuk memerangi kemiskinan dan kelaparan diberbagai belahan dunia yang ditarget pada tahun 2015.

Program yang akan dibahas kali ini khusus pada CSR Aqua yang telah terlaksana yaitu program “1L Aqua untuk 10L Air Bersih”, menurut Binahidra Logiardi, manajer PT Tirta Investama yang membawahi perusahaan Aqua, slogan ini adalah ungkapan simbiolis untuk memudahkan pemirsa mencerna pesan yang ingin Aqua sampaikan,  dimana  setiap 1 liter yang terjual telah membantu 10 liter air bersih untuk 4 kecamatan.

Program ini didasarkan pada fakta yang menjelaskan bahwa air adalah kebutuhan mendasar bagi manusia, namun permasalahanya tidak semua orang dapat mengakses air bersih, karena faktor demografis yang membutuhkan infrastruktur memadai untuk itu. padahal kesehatan lingkungan dan diri adalah sesuatu yang mahal dan harus dijaga oleh pribadi individu.

Program ini dilaksanakan di Timor Tengah Selatan karena berdasarkan survey terbaru yang dilakukan ACF (Action Contre la Faim). NTT dianggap sebagai wilayah yang tepat, karena sedang mengalami program kelangkaan air bersih dibagian belahan timur Indonesia (program satu untuk sepuluh, 2007). Masyarakat NTT juga masih kesulitan dalam mengakses air bersih, mereka harus berjalan kaki dengan jarak yang lumayan jauh, medanya pun terjal, berbatu bahkan harus melewati sungai. Dibutuhkan waktu sekitar satu jam untuk membawa pulang dan pergi air dalam jerigen tiap harinya.

Kelangkaan air ini sangat berpengaruh pada banyak aspek, mulai dari anak anak yang mau tida mau harus membantu orang tua mereka untuk mendapatkan air, sehingga waktu bermain dan belajar merekapun sering terabaikan oleh hal ini, ancaman ragam penyakit juga menghantui mereka mulai dari demam berdarah, diare hingga malaria adalah penyakit yang sudah biasa mereka derita.

Berangkat dari permasalahan diatas, Aqua berkomitmen untuk memperbaiki kesejahteraan anak Indonesia. Untuk setiap liter produk Aqua berlabel khusus yakni Aqua 600 mm dan 1.500 mm dijual maka konsumen telah membantu program Aqua denga menyumbangkan 10 liter air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu Aqua akan memperpendek jarak sumber air ke pemukiman penduduk dengan cara menempatkan pipa pipa ke tempat yang lebih mudah dijangkau. Sehingga jarak tempuh satu jam kini bisa diubah dengan jarak 200 meter saja, karena air bersih akan disalurkan melalui pipa pipa tersebut.

Aqua telah memberikan akses tersebut kepada 12.000 penerima bantuan dibeberapa desa kecamatan Boking dan Amanatun Utara NTT. Dalam program ini sumber mata air pegunungan yang terdapat didesa ditutp dengan menggunakan bangunan dari semen kemudian air tersebut dialirkan ke dusun melalui 11 titik keran air, penyaluran tersebut menggunakan dua prinsip teknologi yakni berdasarkan gravitasi dan pompa hidran. Panjang total pipa yang dibangun adalah 6 km.

Tujuan program ini dikatakn berhasil karena targetnya telah terpenuhi :
  1. Perbaikan infrastruktur air bersihdan jumlah ketersediaan air bersih, telah dipangkasnya jarak tempuh yang jauh menjadi lebih dekat sehingga mempermudah kebutuhan hidup mereka.
  2. Terciptanya kesadaran hidup sehat malalui penyuluhan kesehatan.
  3. Kerjasama dengan stakeholder lokal untuk mendukung keberlanjutan program.
Sebuah kegiatan dikatakan termasuk CSR jika memiliki ciri :
a.         Identifikasi yakni Aqua harus bisa memprioritaskan  kegiatan tersebut untuk orang orang yang benar benar membutuhkan (needs) dibanding mementingkan keinginan (wants), disini Aqua berprioritas untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat NTT, hal ini menunjukan bahwa disamping Aqua adalah sebuah perusahaan besar yang juga memiliki komitmen terhadap masyarakat dengan memberikan kontribusi yakni melakukan kegiatan untuk mengatasi kelangkaan air bersih salah satunya di NTT.

b.         Continuity yakni kegiatan yang bersifat terus menerus atau berkesinambungan. Hal ini dikarenakan untuk dapat mengubah perilaku dan mindset masyarakan tentang pentingnya air bersih sehingga untuk merubah kedua hal tersebut dibutuhkan jangka waktu yang panjang, Kegiatan Aqua ini bertajuk WASH (Water Access, Sanitation, Hygiene Program) didalamnya terdapat program ‘1 liter untuk 10 liter’ dan dilanjutkan dengan program ‘satu untuk sepuluh’ dengan jangka waktu hingga 2020 untuk membantu daerah daerah yang sedang mengalami krisis air bersih.

c.      Empowering yakni kegiatan yang dilakukan menekankan pada aktivitas tersebut dilakukan oleh masyarakat yang bersangkutan. Yakni Aqua memberikan penyuluhan penyuluhan kesehatan untuk membekali masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan air bersih yang benar. Dalam pengerjaan fisik Aqua juga melibatkan masyarakat karena tiap dusun memiliki komite air yang bertugas merawat instalasi. Sebanyak 127 komite air telah dibekali dengan berbagai keterampilan agar masyarakat dapat mengelola sarana air bersih, memberikan edukasi melalui kegiatan seperti pemutaran film, pertunjukan  drama.

ANALISIS

Setiap perusahaan memiliki bentuk CSR yang berbeda-beda dan tergantung dari kompentensi perusahaan serta kebutuhan masyarakat di sekitarnya. Sebaiknya sebelum melaksanakan kegiatan CSR, perusahaan melalukan survei terlebih dahulu untuk menampung aspirasi masyarakat sehingga CSR yang dilakukan oleh perusahaan tepat sasaran.

Ada 3 emelem kunci dalam CSR (Aswak dkk, 2011:85) :
  1. CSR adalah komitmen, kontribusi, cara pengolahan bisnis dan pengambilan keputusan pada perusahaan.
  2. Komitmen, kontribusi, pengelolaan bisnis dan pengambilan keputusan perusahaan didasarkan pada akuntabilitas, mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan, memenuhi tuntutan etis, legal dan profesional.
  3. Perusahaan memberikan dampak nyata pada pemangku kepentingan dan secara khusus pada masyarakat sekitar.

SUMBER

Sabtu, 12 Oktober 2013

Teori Etika Utilitarianisme



1.      Teori

utilitarian merupakan suatu keinginan seseorang untuk mendapatkan harga, produk dan jasa layanan pada saat pembelian. Efisiensi penggunaan waktu dan tenaga evaluasi kognitif menggunakan pikiran dalam mengukur motif utilitarian (Schifman and Kanuk, 2004; Engel et al.,1994). Utilitarian menekankan pada nilai belanja yang bermanfaat, sebagai sesuatu yang terkait dengan tugas, masuk akal, berhati-hati dan efisiensi aktivitas. Selama proses ini konsumen menyeleksi, mengorganir, dan menginterpretasikan informasi. Mengevaluasi utilitarian dengan persepsi kualitas produk dan layanan seta harga yang ditetapkan.
Utilitarian adalah yang mendorong konsumen membeli produk karena manfaat fungsional dan karakteristik objektif dari produk tersebut (Setiadi, 2006:96). Untuk menarik konsumen yang dengan teori utilitarian adalah perusahaan dapat menyediakan ragam kebutuhan sehari-hari berdasarkan manfaat produk tersebut secara lebih variatif , baik dari segi harga maupun pilihan produknya.

2.      Artikel atau kasus

Teori utilitarian mengatakan bahwa suatu kegiatan bisnis adalah baik dilakukan jika bisa memberikan manfaat kepada sebagian besar konsumen atau masyarakat.
Jadi menurut teori utilitarian bahwa suatu kegiatan harus bisa memberikan suatu manfaat bagi masyarakat disekitarnya. Di lingkungan perumahan bojong depok baru 2, terdapat banyak usaha seperti minimarket, bengkel, salon dan warung-warung lainnya. Namun yang akan saya angkat dalam permasalahan ini adalah salah satu minimarket yang menyediakan berbagai macam kebutuhan pokok yang sangat memberikan manfaat di lingkungan tempat tinggal saya.

3.      Analisis

Teori utilitarian mengatakan bahwa suatu kegiatan bisnis adalah baik dilakukan jika bisa memberikan manfaat kepada sebagian besar konsumen atau masyarakat. Jadi menurut teori utilitarian bahwa suatu kegiatan harus bisa memberikan suatu manfaat bagi masyarakat disekitarnya. Salah satu usaha didekat rumah saya yang sangat memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan saya adalah minimarket yaitu “Alfamart” yang berada didekat rumah saya. Minimarket ini menyediakan berbagai macam kebutuhan pokok, seperti: makanan, minuman serta alat-alat kebutuhan pokok lainnya.
Jika menurut teori utilitarian suatu usaha harus memberikan manfaat. Minimarket ini menawarkan harga yang relatif terjangkau serta menyediakan berbagai kebutuhan konsumen. Sehingga konsumen mendapatkan manfaat dari keberadaan minimarket tersebut.

4.      Referensi :
Rintamaki, T., Kanto, A., Kuusela, H.,& Spence, M.T, 2006, Decomposing The Value of Department Store Shopping Into Utilitarian, Hedonic and Social Dimensions. International Journal of Retail and Distribution Management, 34(1), pp 6-21

Sabtu, 05 Oktober 2013

Penjelasan Mengenai Adat Istiadat dalam Keluarga Saya (Tugas Softskill Etika Bisnis)



1.    Teori

Adat Istiadat adalah aneka kelaziman dalam suatu negeri yang mengikuti pasang naik dan pasang surut situasi masyarakat. Kelaziman ini pada umumnya menyangkut pengejawatahan unjuk rasa seni budaya masyarakat, seperti acara-acara keramaian anak negeri, seperti pertunjukan randai, saluang, rabab, tari-tarian dan aneka kesenian yang dihubungkan dengan upacara perhelatan perkawinan, pengangkatan penghulu maupun untuk menghormati kedatangan tamu agung. Adat istiadat semacam ini sangat tergantung pada  situasi sosial ekonomi masyarakat. Bila sedang panen baik biasanya megah meriah, begitu pula bila keadaan sebaliknya. Adat adalah gagasan kebudayaan yang terdiri dari nilai-nilai kebudayaan, norma, kebiasaan, kelembagaan, dan hukum adat yang lazim dilakukan di suatu daerah.
Adat Istiadat dapat disebut juga sebuah ungkapan yang artinya Segala aturan, ketentuan, tindakan, dsb yang menjadi kebiasaan secara turun temurun.  Segala aturan, ketentuan, tindakan, dsb yang menjadi kebiasaan secara turun temurun diistilahkan sebagai Adat Istiadat.  Jadi arti Adat Istiadat adalah Segala aturan, ketentuan, tindakan, dsb yang menjadi kebiasaan secara turun temurun.

2.    Kasus/Artikel

Atas dasar teori yang ada maka masalah dirumuskan adalah Bagaimana adat dan istiadat yang berlaku dikeluarga saya.

3.    Analisis

Adat istiadat timbul dari suatu kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus dalam waktu yang lama. Sehingga kemudian kebiasaan tersebut ditetapkan menjadi suatu adat istiadat.
Saya sendiri berasal dari kota Cirebon, dimana kota tersebut adalah kota kelahiran Ibu saya. Sedangkan ayah saya berasal dari daerah kuningan. Kedua kota tersebut memiliki kebudayaan ataupun adat istiadat yang berbeda. Sebagian adat istiadat yang berasal dari kota Cirebon dan kuningan diterapkan dalam kehidupan di keluarga saya, Misalnya melakukan Syawalan Gunung Jati. Syawalan Gunung Jati adalah tradisi ziarah pada bulan syawal setelah idul fitri ke makam sudan gunung jati. Tradisi tersebut sudah dilakukan secara turun temurun. Sedangkan di keluarga saya, jarang sekali melakukan tradisi yang berasal dari kota kuningan. Meskipun kami mengetahui apa saja tradisi yang berasal dari kota kuningan. Contohnya: upacara seren taun, taru buyung dan tari buncis.
Kesimpulannya adalah lakukanlah setiap adat istiadat atau tradisi yang kita yakini, asalkan setiap tradisi yang kita lakukan tidak melanggar dari norma agama kita terutama keluarga saya yang menganut agama islam.

4.    Referensi

Minggu, 16 Juni 2013

Resensi Artikel


  1. Data Publikasi
    1. Judul   : Bank Mandiri dan BCA mau akur, asalkan…
    2. Penulis : Bambang Priyo Jatmiko
    3. Penerbit: Kompas.com
    4. Tanggal: 8 Mei 2013
    5. Tema   : Ekonomi

  1. Sinopsis/Ringkasan
PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bisa jadi makin akur dalam menjalankan bisnis. Tak murni atas kemauan keduanya, namun semua ini adalah hasil dari 'comblang' Bank Indonesia (BI) sebagai regulator perbankan.
Masih ingat interkoneksi jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dua bank di atas? Awalnya sangat alot untuk mengakurkan Bank Mandiri dan BCA. Tapi, atas perintah Bank Sentral, awal tahun 2012 menjadi sejarah besar bagi keduanya karena mau tersambung.
Peristiwa besar tersebut kemungkinan akan terulang. Kali ini di jaringan electronic money (e-money). Bagaimana pun, Mandiri dan BCA memiliki andalan masing-masing, sekaligus memonopoli jaringan tersebut.
Mandiri dengan e-Toll card di pintu jalan tol Jasa Marga dan BCA Flazz di jaringan parkir milik Secure Parking. Melihat persaingan dua raksasa keuangan ini yang tak menguntungkan nasabah, Gubernur BI Darmin Nasution langsung turun tangan.
Yang pertama kali kena semprit BI adalah e-Toll card Mandiri karena dianggap memonopoli dan mengakibatkan antrean panjang di jalan tol. "Dua sampai tiga tahun sudah cukup (bagi Mandiri) menikmati itu (e-Toll card). Pintu tol itu bukan tempat orang bermacet-macet. Memang untuk kemacetan ada masalah yang lebih struktural, tapi paling tidak bisa mengurangi kemacetan di pintu tol," sindir Darmin, Senin (6/5).
Mandiri pun langsung takluk dan bersedia mengakhiri monopoli tersebut. Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin, mau menuruti permintaan wasit perbankan itu asalkan bertahap dan melalui beberapa syarat.
Pertama, kesempatan diberikan untuk kelompok Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). "Kalau anggota Himbara akan kami pertimbangan," kata Budi.
Kedua, Mandiri juga membuka peluang bagi BCA untuk masuk ke e-toll. "Tapi dengan syarat, BCA mau berbagi bisnis e-money yang menguasai parkir dan pembayaran," tandas Budi.
Tak cukup itu saja, Bank Mandiri mematok syarat bahwa transaksi Flazz BCA harus imbang dengan e-toll Mandiri yang rata-rata 9 juta per bulan. Syarat yang ditetapkan tak main-main memang. Wajar saja, karena bank pelat merah ini telah merogoh kocek untuk investasi e-toll sebesar Rp 40 miliar - Rp 50 miliar pertahun.
Mandiri juga mengenakan pembayaran komisi atau fee bagi bank yang ingin masuk ke e-toll, karena kontrak kerja sama berlangsung secara eksklusif selama 10 tahun dengan Jasa Marga. "Akan ada fee yang dikenakan ke bank lain karena investasi kami sudah ratusan miliar, untuk branding dan infrastruktur," jelas Budi.
Ada yang menarik dalam cerita tender e-Toll card ini. Mengapa Bank Mandiri berhasil mendapat kontrak ekslusif. Sumber KONTAN menceritakan, awalnya yang berhasil meraih tender adalah BCA. Namun karena Mandiri dan Jasa Marga sama-sama berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan keduanya bersinergi, jatuhlah proyek pada bank beraset paling besar se-tanah air itu.
Tak mau berbelit-belit, BCA mau memenuhi persyaratan Mandiri. "Saya sudah sampaikan ke Pa Ronald Waas (Deputi Gubernur BI), bahwa kami siap membuka Flazz toll untuk Mandiri," terang Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja kepada KONTAN, (7/5).
Menurutnya, sama seperti Mandiri yang punya kontrak eksklusif dengan Jasa marga, BCA juga punya perjanjian yang sama dengan Secure Parking. "Iya, tapi kami mau buka itu untuk kerja sama dengan bank lain," lanjut Jahja.
Pendapatan Non Bunga
Sebenarnya, mengapa keduanya terkesan alot? Rupanya kartu e-money masing-masing jadi kue lezat pendapatan non bunga. Tengok saja transaksi e-Toll card Mandiri, sepanjang 2012 mencapai 82,3 juta kali. Nilai tersebut mendominasi total transaksi kartu prabayar Bank Mandiri dengan porsi 85%.Total volume transaksi kartu prabayar Bank Mandiri sepanjang 2012 mencapai Rp 951 miliar atau melesat 194%.
Per Desember 2012, kartu prabayar Bank Mandiri mencapai 2,6 juta kartu. Jumlah ini bertambah sebanyak 40.000 lembar pada Januari 2013. Kartu prabayar dari Indomart menyumbang jumlah terbanyak hingga ber52%, e-Toll 45% dan sisanya dari Gaz Card dan e-Money card.
Sedangkan pendapatan Flazz BCA selama 2012 mencapai Rp 390 miliar naik 40% dari 2011. Sebanyak 70% dari nilai tersebut berasal dari Flazz untuk transportasi (parkir). Kemudian Flazz lainnya, seperti Gramedia dan SPBU tak terlalu besar. Secara total, jumlah kartu Flazz saat ini sebanyak 4 juta unit.
Lalu, kapan ikatan bisnis e-money masing-masing dibuka? Kedua bank belum bisa memastikan kapan hal itu akan terwujud. 

  1. keunggulan
keunggulan dari artikel ini adalah dilengkapi dengan data-data yang diperlukan untuk menunjang pernyataan yang ada. Penyampaian dari penulis pun mempermudah pembaca dalam mengartikannya sehingga lebih mudah dimengerti.

  1. kelemahan
kekurangan dari artikel ini sepertinya tidak ada karena penulisan kalimat sudah menggunakan bahasa yang baku.

  1. saran
sebaiknya Bank Mandiri dan BCA selalu bersaing secara positif demi memajukan perbankan di Indonesia. Selalu memberikan inovasi dalam pelayanan masyarakat agar mempermudah dalam setiap layanannya.