Selasa, 30 Oktober 2012
Sabtu, 06 Oktober 2012
SEGMENTASI PASAR
Nama : Resella Ramdhareta
Hidayat
Kelas : 3EA06
Npm : 15210761
Tugas : Perilaku Konsumen
SEGMENTASI
PASAR
I.
Pendahuluan
Perilaku
pasar pada dasarnya bersifat heterogen. Keragaman perilaku pasar akan
memerlukan barang dan usaha-usaha memperoleh barang yang juga beragam. Pemasar
merasa perlu mengelompokkan pasar yang heterogen tersebut kedalam bagian-bagian
pasar yang mempunyai perilaku lebih seragam.
Produk
dapat dirancang sesuai dengan masing-masing segmen pasar yang berbeda. Dengan
karakter dan perilaku yang lebih homogeny, masing-masing segmen pasar dapat
dipenuhi kebutuhannya lebih baik. Maka perusahaan akan lebih kompeten dalam
melayani kebutuhan-kebutuhan masing-masing segmen pasar atau hanya beberapa
kelompok pasar saja yang jelas perbedaannya. Proses pembagian pasar ini dikenal
sebagai segmentasi pasar (Market
Segmentation).
II. Teori dan Pembahasan
Segmentasi
pasar adalah proses membagi-bagi pasar yang semula berperilaku heterogen
menjadi beberapa kelompok pasar yang sekarang berperilaku lebih seragam. Secara
umum, tujuan segmentasi pasar adalah untuk memperoleh bagian pasar yang
mempunyai karakter dan perilaku yang lebih seragam.
BASIS
SEGMENTASI PASAR
Basis
segmentasi pasar konsumen :
Basis
segmentasi (pembagian) pasar bagi produk perusahaan satu dengan yang lain belum
tentu sama. Basis segmentasi untuk pasar konsumen yang paling utama dapat
digunakan adalah aspek geografis, demografis, psikografis, dan perilaku.
1.
Geografis (wilayah, pemukiman, perkotaan dsb)
2.
Demografis (usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, pekerjaan, dsb)
3.
Psikografis (sikap, motivasi, persepsi dsb)
4.
Kebiasaan (membeli, mengkonsumsi dsb)
Basis
segmentasi pasar industrial :
Basis
segmentasi untuk pasar industrial adalah aspek geografis, demografis, karakteristik
operasional, pendekatan pembelian, faktor situsinal, dan
karakteristik-karakteristik personal.
1.
Geografis (wilayah, sentra industry dan perdagangan)
2.
Demografis (jenis industry, kapasitas atau luas produksi)
3.
Variable operasional (tingkat teknologi, pola konsumsi, kapabilitas dan
kebutuhan pelanggan)
4.
Pendekatan pembelian (tingkat wewenang bagian pembelian, struktur wewenang,
kebijakan pembelian, criteria pembelian)
5.
Faktor situsional (tingkat kepentingan, penggunaan, tingkat pemesanan)
6.
Karakteristik personal (kesamaan pembeli-penjual, sikap terhadap resiko,
tingkat loyalitas terhadap pemasok)
Pentingnya dan Kelemahan Segmentasi pasar
Banyaknya
perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel
tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat
dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk
mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi
agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif
(Porter, 1991).
Manfaat
yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.
1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.
Gitosudarmo
(2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut:
1. Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
2. Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
3. Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
4. Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.
1. Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
2. Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
3. Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
4. Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.
Sekalipun
tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga
mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari
tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:
1. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
2. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
3. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
4. Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.
1. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
2. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
3. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
4. Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.
III. Kesimpulan :
Jadi
segmentasi pasar ialah proses pengelompokkan pasar yang beragam menjadi satu
berdasarkan karakter masing-masing pasar. Basis segmentasi pasar sendiri di
bagi menjadi 2 yaitu segmentasi pasar konsumen dan segmentasi pasar industrial.
IV. Referensi :
Budiarto
Teguh. Seri Diktat Kuliah Dasar Pemasaran. Jakarta: Penerbit Gunadarma;1993.
h52-54
Sabtu, 02 Juni 2012
RINGKASAN TENTANG KORUPSI
RINGKASAN
1 : LSM ANTI KORUPSI
Inilah
rapat redaksi pada pekan pertama oktober lalu memutuskan memilih LSM anti
korupsi terbaik sebagai tema liputan khusus Tokoh Tempo 2011. Yang bisa menjadi
nomine adalah lembaga berprestasi monumental dalam membongkar kasus korupsi ,
independen , transparan dalam penggunaan dana, dan berusaha mandiri dalam
pembiayaan organisasi. Syarat lain : para pendiri dan pengurusnya tidak
terafiliasi dengan partai politik serta memiliki sistem kaderisasi.
Kami
menjumpai sejumlah informasi baru yang membuat tiga kandidat tergusur.Alasannya
beragam, antara lain karena tidak secara khusus melakukan gerakan antikorupsi
dan tidak lagi aktif melakukan kegiatan.Sampai akhirnya, setelah para penulis
kembali ke jakarta, tim edisi khusus menyepakati memilih tujuh lembaga nirlaba
antikorupsi sebagai tokoh Tempo 2011.
Setelah
tujuh lembaga nirlaba antikorupsi ini kami nobatkan sebagai Tokoh Tempo 2011 ,
terkuak noda dari mereka yang terpilih atau sebaliknya , ada lembaga yang lebih
layak di pilih tapi luput dari radar kami . Prinsip dasar yang kami pahami,
kebenaran jurnalistik adalah kebenaran dalam sekuel tertentu bisa berubah
ketika waktu menunjukkan hal sebaliknya.
RINGKASAN
II : ICW
Sejak
desember , para aktivis itu menjaring 20-an suporter penyumbang dana dari
mahasiswa, pegawai swasta, sampai pengacara. Donasinya mulai Rp.75 ribu sampai
Rp.200 ribu perbulan dengan komitmen rata-rata setahun.
Donasi
publik dipakai ICW untuk mendanai gerakan antikorupsi. Bagian terbesar untuk
advokasi . Selama ini kegiatan itu didanai saweran anggota atau patungan dengan
lembaga nonpemerintah lainnya. Sejak awal lembaga donor menolak mendanai
advokasi, pekerjaan utama ICW.
ICW
membongkar sejumlah skandal korupsi kakap. Sebagian sudah di putus pengadilan,
tapi tak jarang juga yang di hentikan.
·
Juni
1999 : Dugaan korupsi
Jaksa agung Andi Ghalib Jenderal bintang tiga itu dituduh menerima suap dari
konlomerat yang berperkara di kejaksaan.Di laporkan ke pysat polisi militer
ABRI, perkara ini tak berlanjut.
·
April
2005 : Dengan korupsi
pengadaan pembangkit PLTG Borang, Sumatera Selatan , Direktur Utama PLN Eddie
Widiono sempat menjadi tersangka dihentikan di tahap penuntutan oleh Kejaksaan
.
·
Desember
2005 : Laporan dugaan korupsi
sistem informasi pelanggan PLN Jakarta Raya dan Tangerang ke KPK. Vonis 5 tahun
untuk Eddie Widiono.
·
1 Juli
2010 : Dugaan korupai pada
rekening gendut sejumlah perwira tinggi kepolisian. Masih di selidiki KPK.
Setiap
tahun laporan keuangan ICW diaudit kantor akuntan publik. Tiga tahun terakhir,
mereka menunjuk kantor akuntan publik Yanuar dan Riza. “Hasilnya wajar tanpa
pengecualian”. ICW harus menyampaikan pengaduan akurat dan didukung fakta hukum
kuat.
RINGKASAN
III : JIKALAHARI
Jikalahari
lahir ketika perusahaan-perusahaan kayu di Riau mengadakan ekspansi
besar-besaran pada awal 2000-an. Didirikan pada 26 Februari 2002, Jikalahari
beranggotakan sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang punya perhatian terhadap
lingkungan, terutama penyelamatan hutan . Aktivisnya anak-anak muda yang
gelisah melihat hutan di Riau di gundulkan.
Gagasan
untuk membuat sekretariat bersama muncul pada tahun 2001, yang di dorong oleh
Critical Ecosystem Partnership Fund. Pada tahun 2005 Jakalahari mengusut
pembalakan liar yang juga melibatkaan cukong asal Malaysia. Puncaknya pada
tahun 2007 laporan Jikalahari tentang dugaan pelanggaran PT.Riau Andalan Pulp
& Paper dan PT.Indah Kiat Pulp & Paper serta anak perusahaannya di
proses polisi.
Desember
2008 , polisi hentikan penyelidikan kasus penebangan liar oleh anak-anak
perusahaan Riau Andalan dan Indah Kiat . Sedangkan pada tahun 2009, bersama
Greenpeace menggelar aksi besar di Semenanjung Kampar. Dampaknya , Menteri
Kehutanan meninjau ulang izin Riau Andalan di kawasan gambut tersebut.
RINGKASAN
IV : AKTIVIS SOMASI
Dicetuskan
pertama kali pada 23 mei 1998 , Somasi di deklarasikan sebagai organisasi
nonpemerintah pada 5 oktober tahun itu juga. Pendirinya 10 orang dengan latar
belakang beragam. Ada tokoh agama,akademis,wartawan,aktivis mahasiswa,dan pengacara.
Koordinator pertamnya Adhar Hakim wartawan SCTV yang basis liputannya di
Mataram. Sepanjang 13 tahun berdiri mereka baru tiga kali berganti
kepengurusan.
Pada
tahun 2003 menerbitkan buku fiqih korupsi:amanah vs kekuasaan dan buku mencabut
akar korupsi.Sedamgkan pada tahun 2004 menerbitkan buku anggaran tak sampai.Menilai
Laju somasi tak sekencang pada periode 1998 – 2005, sekarang tak terlalu
kelihatan. Somasi enggan menerima atau meminta bantuan pemerintah atau Bank
Dunia dengan alasan indepedensi.Meminta dana kepada alumni somasi pun bukan
gagasan bagus.
Awak
somassi , dengan bahasa sederhana, mengajarkan cara mengawasi anggaran dan
memantau pembangunan desa. Sebuah program yang strategis dan membuat gelombang
antikorupsi membesar. Penduduk desa pun bersemangat dan kritis mengawasi
belanja anggaran desa. Ancaman kekerasan dan intimidasi juga silih berganti,
Syukurlah, somasi bisa bertahan.
RINGKASAN
V : G2W ( Garut Governance Watch )
Kepala
Apit Masduki cenat cenut . Baru dua tahun jalan , organisasi yang ia dirikan
pada mei 2002, Garut Governance Watch (G2W) , sudah kembang kempis butuh
suntikan dana. Manfaat dari independensi itu terbukti di kemudian hari .
Organisasi lebih sulit di hentikan oleh tekanan dan serangan yang dilancarkan
dari sana sini. Kepercayaan publik kepada mereka ikut terjaga, sehingga
dukungan dalam bentuk laporan kasus terus berdatangan .
“Kami
ajak masyarakat untuk transparan dari satuan pemerintahan terkecil. Kami
berharap nilai itu nantinya mengepung pemerintahan Garut yang sudah karut
marut, “kata Agus. Mereka sadar benar , selain kemandirian, dukungan masyarakat
adalah modal utama gerakan melawan korupsi.Tak sedikit pejabat sudah
dijebloskan ke penjara gara-gara hasil investigasi dan laporan mereka.
Intimidasi mereka telan sebagai risiko kerja.
Sejumlah
kasus korupsi mereka terisik. Diantaranya dugaan korupsi dana cadangan umum
untuk bencana alam tahun 2004. Lalu kasus korupsi dana aspirasi yang melibatkan
anggota dewan perwakilan rakyat daerah garut. Korupsi pemeliharaan jalan
periode 2005, rasuah terkait dengan kebijakan pendidikan yang diduga melibatkan
pejabat-pejabat di lingkungan dinas pendidikan garut , hingga dugaan
gratifikasi kepada bupati garut dalam kasus pasar kandungora dan pasar
cikajang.
Kabayan
menjadi figur yang jujur , tak kenal takut karena kemandirian sikapnya, dan
selalu berpihak kepada mereka yang membutuhkan pertolongan. “Kami memang ingin
terus berjuang bersama rakyat, yang tidak keberatan disamakan dengan kabayan.
RINGKASAN
VI : GERAK
Gerakan
yang digalang T.Muhammad Zulfikar akhirnya sampai dimeja hijau. Tergabung dalam
Tim Koalisi Penyelamatan Rawa Tripa, Walhi Aceh menggugat Irwandi karena telah
mengizinkan PT. Kalista Alam membuka lahan perkebunan kelapa sawit di area
hutan gambut Rawa Tripa. Kawasan seluas 1.065 hektare itu terletak di dsa pulo
kruet , Nagan Raya. Kebijakan itu juga di gugat Forum TataRuang Sumatera (For
Trust).
Sebabnya,
Walhi Aceh menilai Gubernur Irwandi diduga telah menyalahgunakan wewenang dan
tidak menjalankan prinsip tata kelola pemerinyahan yang baik. Diluncurkan pada
2002, proyek yang menembus dataran tinggi Leuser di yakini bisa merusak kawasan
hutan lindung, termasuk Taman Nasional Gunung Leuser, yang menjadi habitat
jutaan spesies langka. Walhi Aceh menemukan indikasi korupsi pada proyek
senilai RP.950 milyar itu.
Berdiri
6 tahum lalu, GERAK masih tercatat sebagai anggota Walhi Aceh. Organisasi ini
banyak menyuarakan penuntasan kasus korupsi kakap di Tanah Rencong. GERAK
mendorong penuntasan tujuh kasus korupsi
di Aceh, yang 5 di antaranya berlanjut di Komisi Pemberantasan Korupsi.
Sisanya ditangani Kejaksaan Tinggi Aceh. Semua kasus itu berpotensi merugikan
negara Rp.300 milyar. “ Indikasi korupsi itu ditemukan mulai dari proyek rumah
duafa hingga penjualan besi tua, “kata Ashalani, Koordinator GERAK.
Tiap
elemen kini berfokus pada tujuan utama pendirian organisasi. Walhi Aceh ,
misalnya, kembali berkonsentrasi pada isu lingkungan dan sumber daya alam.
Praktek korupsi tetap diawasi dan tidak pernah diabaikan.”Nanti tinggal
bagi-bagi tugas siapa yang lebih pas untuk bergerak di depan, “kata Zulfikar.
RINGKASAN
VII : KP2KKN
Jejak
KP2KKN ( Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi,dan Nepotisme).
Lembaga ini didirikan oleh beberapa aktivis lembaga swadaya masyarakat,
pengacara,dan akademis pada tanggal 8 Mei 1998 di Semarang.Nama KP2KKN memang
identik dengan upaya pemberantasan korupsi di Jawa Tengah.Fokusnya : korupsi di
pemerintahan kabupaten dan kota. “ Sebagai orang kampung, kami bermain di
tingkat lokal.’
Berbagai
macam kasus yang telah ditangani, diantaranya : Melaporkan kasus dugaan korupsi
pemberian 100 mobil dinas oleh gubernur Suwardi kepada anggota DPRD Jawa
Tengah. Hasilnya mobil dinas yang telah diterima oleh anggota Dewan harus
dicicil ke kas negara. Melaporkan mantan Wali kota Magelang Fahriyanto dalam
lima kasus dugaan korupsi.Fahriyanto kemudian ditetapkan sebagai tersangka,
tepatnya terjadi pada tahun 2006.
Melaporkan
kasus dugaan bagi-bagi uang dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2004
senilai Rp.796 juta yang dilakukan Bupati Batang Bambang Bintoro kepada anggota
DPRD yang berakhir tugaasnya. Melaporkan mantan Bupati Tasiman atas dugaan
korupsi APBD 2003 pada pos pembiayaan Laporan Pertanggungjawaban Tahun 2002 dan
pos bantuan kepada pihak ketiga senilai Rp.1,9 milyar.
Waktu
13 tahun bukan perjalan yang pendek . KomIte Penyelidikan sudah membuktikan
integritasnya dalam berbagai penanganan kasus-kasus korupsi di Jawa Tengah.
Berbagai pasang-surut sudah dilalui. Komite Penyelidikan berharap napas mereka
jadi lebih panjang. Masih banyak nama kepala daerah di papan putih mereka yang
belum berhias kertas kuning atau merah muda.
RINGKASAN
VIII : POKJA 30
Kelompok
Kerja 30 berdiri pada tanggal 30 Desember 1999 yang merupakan lembaga swadaya
masyarakat anti korupsi .POKJA 30 didirikan oleh 30 aktivis dari forum
komunikasi senat mahasiswa se-Samarinda. Mereka dipersatukan saat menyikapi
kehidupan negara yang amburadul di zaman pemerintahan Soeharto.Pemberantasan
KKN Adalah semangat yang mereka usung. Tak hanya di Samarinda, mereka juga
berdemonstrasi ke Jakarta.
Aksi
jalanan itulah yang mempertemukan mereka dengan Firdaus Hasan, yang kemudian
meminjamkan salah satu rumah keluarganya di jalan Danau Maninjau no.12,
Samarinda, sebagai markas POKJA. Salah satu sumber dana, kata Carolus, berasal
dari hasil kerja sama POKJA 30 dengan jaringan lembaga swadaya masyarakat di
Jakarta . Cara lain untuk menghidupi organisasi, Carolus melanjutkan, tiap
anggota punya aktivitas sampingan, seperti menjadi wartawan
lepas,notulis,fotografer. Penghasilan yang diperoleh sebagian disisihkan untuk
organisasi.
POKJA Dinilai masih seperti gerakan mahasiswa
sehingga manajemen dan administrasinya perlu dibenahi.Untuk itu pihak ICW akan
membantu dengan memberikan asistensi. Jika tidak ada pembenahan, kata dia,
“mereka akan sulit memperbesar kerja, terutama dari sisi sumber daya
manusianya.”
Contoh
kasus yang pernah di advokasi POKJA :
2009: Mengawal kasus dugaan
korupsi dana bantusn Sosial Kutai Kartanegara yang merugikan negara hingga
Rp.29,7 milyar. Dalam kasus ini, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta
menghukum Samsuri Aspar (Wakil Bupati Kutai ) empat tahun penjara dan Seta Budi
(anggota DPRD Kutai) enam tahun penjara.
RINGKASAN
IX : PERJUANGAN SEMESTA MELAWAN KORUPSI
Usaha
meyejahterakan rakyat, seperi program di bidang kesehatan dan pendidikan,
bahkan kemandirian ekonomi itu lebih relatif sepi perlawanan dan memang tidak
pantas ditentang. Tak ada alasan menentang karena itu sewajarnya dikerjakan
negara. Ini semua adalah kegiatan yang sifatnya mengadakan yang belum ada,
bukan meniadakan yang sudah ada. Perang melawan korupsi berbeda dengan program
lain yang dijalankan negara. Memerangi praktek korupsi adalah meniadakan yang
ada, memangkas pendapatan koruptor. Perang ini juga berarti menghantarkan
koruptor ke pengadilan dan hukum.
Tapi,
begitu masuk ke komponen yang sarat potensi korupsi, posisi Indonesia langsung
melorot sejajar atau bahkan lebih rendah daripada negara yang pendapatan
perkapitanya di bawah seribu dolar. Melibat kenyataan itu, sesungguhnya
republik ini memiliki syarat-syarat untuk maju dan berkembang. Rakyat di
Nussantara ini berhak menikmati kesejahteraan yang lebih baik. Korupsi adalah
penghambat kemajuan yang luar biasa efektif.
KPK
adalah Institusi yang bisa menjadi ujung tombak.KPK memiliki wewenang memproses
secara hukum. Tapi KPK tidak mungkin sendirian memerangi korupsi.Pertempuran
melawan korupsi sesumgguhmya adalah perjuangan semesta.Kemunculan berbagai
lembaga antikorupsi sejak awal reformasi adalah sinyal jelas bahwa rakyat mau
turun tangan menyelesaikan masalah korupsi. Lembaga-lembaga ini bisa memainkan
peran sebagai artikulator kewarasan publik dalam menghadapi korupsi.
Perjuangan
semesta membangun integritas dan melawan korupsi harus dimulai. Setiap rumah
tangga harus menjadi pilar utama hadirnya integritas. Sekolah dan kampus harus
dijadikan zona bebas korupsi.Dan munculnya penggalangan dukungan bagi hadirnya
lembaga antikorupsi di hampir seluruh wilayah Indonesia.Kita perlu sadar bahwa
secara konstitusional, memerangi korupsi adalah tugas KPK, tapi secara moral,
memerangi korupsi adalah tugas setiap warga negara.
TANGGAPAN
:
Menurut saya korupsi di indonesia sudah
merajalela , tidak hanya kalangan atas saja , terkadang kalangan bawah pun
tidak segan untuk melakukan tindakan korupsi. Demi meningkatkan taraf hidup
yang lebih baik , setiap orang yang tidak memiliki iman yang kuat serta akhlak
yang baik pasti tergiur untuk melakukan tindakan korupsi.
Senin, 28 Mei 2012
Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional di berbagai Bidang
A.
Pendahuluan
Berbicara masalah ketahanan
nasional, maka lebih mudahnya mari saya ajak saudara untuk mengidentifikasi atau
mengibaratkandengan diri sendiri. Dimana ketahanan nasional ini bisa
diibaratkan dengan ketahanan tubuh atau disebut imunitas tubuh yang ada dalam diri
setiap manusia. Yang dimana jika imunitas seorang manusia tersebut kuat maka
orang tersebut dapat menjalankan aktivitasnya tanpa harus terganggu dengan hal
– hal yang negativ seperti penyakit, tapi jika imunitas yang ada dalam diri
manusia itu lemah maka dapat terlihat orang tersebut tidak bisa menjalankan
aktivitasnya dengan lancar.
Begitupula ketahanan nasional
disuatu negara. Bila ketahanannya nasionalnya kuat maka negara tersebut bisa
menjalankan kekuasaannya secara efektiv dan efesien tanpa harus mengalami
gangguan yag berarti,begitu juga sebaliknya.
Dalam hal ini wilayah
kesatuan Republik Indonesia (RI) yang posisi geografisnya berada diantara dua
benua dan dua samudra, serta memiliki potensi konflik dengan negara – negara
tetangga, baik yang berbatasan dengan wilayah laut ataupun wilayah perbatasan
darat.
Banyaknya hal yang menjadi
ancaman baik dari luar maupun dalam negeri yang mengancam keutuhan dan kesatuan
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), seperti kasus – kasus konflik dengan
negara malaysia dan ancaman gerakan separatis seperti GAM (Gerakan Aceh
Merdeka). Hal – hal inilah yang membuktikan bahwa ketahanan nasional negara
Indonesia belum cukup kuat.
Dan
berdasarkan rumusan
pengertian ketahanan nasional dan kondisi kehidupan nasional Indonesia
sesungguhnya ketahanan nasional merupakan gambaran dari kondisi sistem (tata)
kehidupan nasional dalam berbagai aspek pada saat tertentu
B.
Pembahasan
Ketahanan nasional merupakan
gambaran dari kondisi sistem (tata) kehidupan nasional dalam berbagai aspek
tertentu. Tiap – tiap aspek relatif berubah menurut waktu, ruang dan lingkungan
terutama pada aspek – aspek dinamis sehingga interaksinya meniptakan kondisi
umum yang sulit dipantau karena sangat komplek
Konsepsi ketahan nasional
akan menyangkut hubungan antar aspek yang mendukung kehidupan yaitu:
1.
Pengaruh
Aspek Ideologi
Ideologi yang berarti adalah
kumpulan ide atau gagasan yang melahirkan aturan – aturan dalam kehidupan.
Didalam ideologi sendiri mengandung konsep dasar dan tujuan suatu bangsa. Suatu ideologi
bersumber dari suatu aliran pikiran/falsafah dan merupakan pelaksaan dari
sistem falsafah itu sendiri.
Ideologi – ideologi didunia antara lain
1.
Liberalisme
(Individualisme)
Negara adalah masyarakat
hukum tersebut yang disusun atas dasar kontrak semua orang dalam masyarakat.
Liberalisme bertitik tolak dari hak asasi yang melekat pada setiap individu
manusia yang ada dari lahir hingga meninggal, dan yang tidak bisa diganggu oleh
siapapun termasuk penguasa kecuali ada persetujuan dari pihak yang
bersangkutan. Paham liberalisme mempunyai nilai – nilai dasar yaitu kebebasan
kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individu secara mutlak. Yang
artinya adalah hak asasi seseorang sangat dijunjung tinggi dan tidak ada campur
tangan pemerintah untuk mengatur setiap individu yang ada dalam negara
tersebut.
2.
Komunisme
(Sosialis)
Dalam paham atau ideologi ini
hak atas pribadi tidak diakui, tapi yang diakui adalah kepentingan bersama,
dimana seluruh potensi yang ada dalam negara yang menganut paham ini dikuasai
oleh negara untuk kepentingan rakyat dan sosial
3.
Paham
Agama (Agamis)
Disini negara membina
kehidupan keagamaan dan bersifat religius atau spritual. Bersumber pada
falsafah keagamaan dan kitab suci agama. Negara melaksanakan hukum agama dalam
kehidupan dunia
4.
Idologi
Pancasila
Merupakan tatanan nilai yang
digali dari nilai – nilai dasar budaya bangsa indonesia.
Ketahanan ideologi dapat diartikan
sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa indonesia yang berisis
keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan kekuatan nasional dalam
menghadapi segala macam ancaman yang ada.
2.
Pengaruh
Aspek Politik
Politik
yang berasal dari kata policy yang mengandung arti cara orang berkuasa atau
memerintah. Pemahaman itu berlaku di Indonesia dengan tidak memisahkan
antara politics dan policy sehingga kita menganut satu paham yaitu politik. Ketahanan
Nasional ini yang meliputi dua bagian utama yaitu politik dalam negeri yaitu
kehidupan politik adalah kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila
dan UUD ’45 yang mampu menyerap aspirasi dan mendorong partisipasi masyarakat
dalam satu sistem yang unsurnya adalah struktur politik, proses politik, proses
politik, budaya politik dan komunikasi politik. Dan politik luar negeri adalah
landasan politk yang berasal dari pembukaan UUD ’45 yaitu melaksanakan
ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan , perdamaian abadi dan keadilan sosial
dan anti penjajahan karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan
. dan politik luar negeri indonesia dalah bebas aktif. Bebas berarti indonesia
tidak memihak pihak – pihak tertentu. Dan aktif yang bearti dalam pergaulan internasional
tidak bersifat reaktif dan tidak menjadi objek melainkan ikut berpran atas
dasar cita – citanya.
Ketahanan pada aspek
politik diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan politik bangsa yang berisi
keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan
nasional dalam menghadapi dan mengatasi tantangan, gangguan, ancaman dan
hambatan yang datang dari luar maupun dari dalam negeri yang langsung maupun
tidak langsung untuk menjamin kelangsungan hidup politik bangsa dan negara
Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.
3.
Pengaruh
Aspek Ekonomi
Pepatah mengatakan, “perut
kenyang maka damailah hati”. Maka dari itu aspek ekonomi ini sangat berkaitan
erat dengan pemuasan kebutuhan konsumsi masyarakat luas. meliputi produksi, distribusi serta konsumsi barang dan jasa.
Usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara individu maupun
kelompok serta cara-cara yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat untuk
memenuhi kebutuhan.
Sistem perekonomian
yang diterapkan oleh suatu negara akan memberi corak terhadap kehidupan
perekonomian negaran yang bersangkutan. Pembangunan ekonomi diarahkan kepada
mantapnya ketahanan ekonomi melalui terciptanya iklim usaha yang sehat serta
pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, tersedianya barang dan jasa,
terpeliharanya fungsi lingkungan hidup serta meningkatkan daya saing dalam lingkup
persaingan global.
Sistem perekonomian
sebagai usaha bersama berarti setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban
yang sama dalam menjalankan roda perekonomian dengan tujuan untuk
mensejahterakan bangsa. Dan secara sistem makro atau keseluruhan maka sistem
ekonomi diindonesia dinamakan sistim ekonomi kerakyatan.
4.
Pengaruh Aspek Sosial Budaya
Budaya
identik dengan ciri khas suatu negara. Negara Indonesia memiliki banyak ragam
corak budaya. Wujud ketahanan sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian
nasional, yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan
sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertaqwa
terhadap Tuhan YME, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju. Dan sejahtera
dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta kemampuan
menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai denga kebudayaan nasional.
5.
Pengaruh Aspek Pertahanan dan
Keamanan
Pertahanan dan
keamanan Indonesia adalah kesemestaan daya upaya seluruh rakyat Indonesia
sebagai satu sistem pertahanan dan keamanan dalam mempertahankan dan
mengamankan negara demi kelangsungan hidup dan kehidupan bangsa dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Pertahanan dan keamanan dilaksanakan dengan
menyusun, mengerahkan dan mengerakkan seluruh potensi nasional termasuk
kekuatan masyarakat di seluruh bidang kehidupan nasional secara terintegasi dan
terkoordinasi, yang diadakan oleh pemerintah dan negara Indonesia dengan TNI
dan Polri sebagai inti pelaksana.
Ketahanan pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional didalam menghadapi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang datang dari luar maupun dari dalam baik langsung maupun tidak langsung yang membahayakan identitas, integritas dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Ketahanan pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional didalam menghadapi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang datang dari luar maupun dari dalam baik langsung maupun tidak langsung yang membahayakan identitas, integritas dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Wujud ketahanan
pertahanan dan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang
dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan
memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan yang dinamis, mengamankan
pembangunan dan hasil-hasilnya, serta kemampuan mempertahankan kedaulatan
negara. Dengan kata lain, adalah keuletan dan ketangguhan bangsa dalam
mewujudkan kesiapsiagaan serta upaya bela negara, suatu perjuangan rakyat
semesta, dalam mana seluruh potensi dan kekuatan ideologi, politik, ekonomi,
sosial budaya, militer dan kepolisian disusun dan dikerahkan secara terpimpin ,
terintegrasi dan terkoordinasi, untuk menjamin kelangsungan sistem keamanan
nasional (dulu dikenal dengan sishankamrata) yang ditandai dengan
a.
Pandangan Bangsa Indonesia Tentang Perang dan
Damai. Bangsa Indonesia cinta damai dan ingin bersahabat dengan semua bangsa di
dunia serta tidak menghendaki terjadinya sengketa bersenjata ataupun perang.
Oleh karena itu, bangsa Indonesia berhasrat dalam setiap penyelesaian
pertikaian baik nasional mauoun internasional selalu mengutamakan cara-cara
damai. Walaupun cinta damai, namun lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatannya.
Bagi bangsa Indonesia, perang adalah jalan terakhir yang terpaksa harus
ditempuh untuk mempertahankan ideologi dan dasar negara Pancasila, kemerdekaan
dan kedaulatan negara Republik Indonesia serta keutuhan bangsa.
b.
Penyelenggaraan Pertahanan dan Keamanan Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Landasan idiilnya adalah Pancasila, landasan
konstitusionalnya adalah UUD 1945, dan landasan visionalnya adalah wawasan
nusantara. Pertahanan dan keamanan adalah hak dan kewajiban bangsa untuk
mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara, keutuhan bangsa dan wilayah,
terpeliharanya keamanan nasional dan tercapainya tujuan nasional.
Dalam rangka
mewujudkan postur kekuatan hankam yang memiliki kemampuan daya bendung dan daya
tangkal yang tinggi terhadap kemungkinan ancaman dari luar dibutuhkan anggaran
yang sangat besar, di sisi lain kita dihadapkan kepada berbagai keterbatasan.
Dengan mengacu kepada negara-negara lain yang membangun kekuatan hankam melalui
pendekatan misi yaitu hanya untuk melindungi diri sendiri dan tidak untuk
kepentingan invasi, barangkali konsep ”standing armed forces” secara
proporsional dan seimbang perlu dikembangkan dengan susunan kekuatan pertahanan
keamanan negara (hankamneg) yang meliputi :
a.
Perlawanan bersenjata yang terdiri atas bala
nyata yang merupakan kekuatan TNI yang selalu siap dan yang dibina sebagai
kekuatan cadangan serta bala potensial yang terdiri atas Polri dan rakyat
terlatih (Ratih) sebagai fungsi perlawanan rakyat (Wanra)
b.
Perlawanan tidak bersenjata yang terdiri atas
rakyat terlatih (Ratih) dengan fungsi ketertiban umum (Tibum), perlindungan
rakyat (Linra) keamanan rakyat (Kamra) dan perlindungan masyarakat (Linmas).
c.
Komponen pendukung perlawanan bersenjata dan
tidak bersenjata sesuai dengan bidang profesinya dengan pemanfaatan semua
sumber daya nasional, sarana dan prasarana serta perlindungan masyarakat
terhadap bencana perang dan bencana lainnya.
Ketahanan Pada Aspek
Pertahanan dan Keamanan:
a.
Pertahanan dan Keamanan harus dapat mewujudkan
kesiapsiagaan serta upaya bela negara , yang berisi ketangguhan, kemampuan dan
kekuatan melalui penyelenggaraan Siskamnas (Sishankarata) untuk menjamin
kesinambungan Pembangunan Nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan negara
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
b.
Bangsa
Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatannya.
Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan mengamankan kedaulatan negara yang
mencakup wilayah tanah air beserta segenap isinya merupakan suatu kehormatan
demi martabat bangsa dan negara. Oleh karena itu, haruslah diselenggarakan
dengan mengandalkan pada kekuatan dan kemampuan sendiri.
c.
Pembangunan kekuatan dan kemampuan pertahanan
dan keamanan dimanfaatkan untuk menjamin perdamaian dan stabilitas keamanan
yang diabdikan untuk kesinambungan Pembangunan Nasional dan kelangsungan hidup
bangsa dan negara.
d.
Potensi nasional dan hasil-hasil pembangunan
yang telah dicapai harus dilindungi dari segala ancaman dan gangguan, agar
dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan lahir dan bathin segenap
lapisan masyarakat bangsa Indonesia.
e.
Perlengkapan dan peralatan untuk mendukung
pembangunan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan sedapat mungkin
harus dihasilkan oleh industri dalam negeri, pengadaan dari luar negeri
dilakukan karena terpaksa dimana indutri dalam negeri masih terbatas
kemampuannya. Oleh karena itu, iptek militer dalam negeri senantiasa harus
ditingkatkan kemampuannya.
f.
Pembangunan dan penggunaan kekuatan dan
kemampuan pertahanan dan keamanan haruslah diselenggarakan oleh manusia-manusia
yang berbudi luhur, arif bijaksana, menghormati Hak Asasi Manusia (HAM) dan
menghayati makna nilai dan hakikat perang dan damai. Kelangsungan hidup dan
perkembangan hidup bangsa, memerlukan dukungan manusia-manusia yang bermutu
tinggi, tanggap dan tangguh serta bertanggung jawab, kerelaan berjuang dan
berkorban demi kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan golongan dan
pribadi.
g.
Keberhasilan Ketahanan Nasional Indonesia
Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan nasional diperlukan kesadaran setiap warga negara Indonesia, yaitu :
a.
Memiliki
semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang berupa
keuletan dan ketangguhan yang tidak mengenal menyerah yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala ancaman,
gangguan, tantangan dan hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam,
untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara
serta perjuangan mencapai tujuan nasional.
b.
Sadar dan peduli terhadap pengaruh-pengaruh
yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan
keamanan, sehingga setiap warga negara Indonesia baik secara individu maupun
kelompok dapat mengeliminir pengaruh tersebut, karena bangsa Indonesia cinta
damai akan tetapi lebih cinta kemerdekaan. Hal itu tercermin akan adanya
kesadaran bela negara dan cinta tanah air.
C.
Kesimpulan
Jadi seluruh lingkup sangat berpengaruh
dalam mewujudkan ketahanan nasional yang baik. Lingkup tersebut adalah seperti
aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan serta keamanan
nasional. Maka dari itu pentinglah dibangun dengan baik dan berkelanjuta
seluruh aspek ini demi mewujudkan ketahanan nasional yang baik
D.
Daftar Pustaka
1.
Iskandar, Dani. Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional pada
Kehidupan Berbangsa dan Bernegara . http://daniiskandarmanajemen.blogspot.com/2011/05/pengaruh-aspek-ketahanan-nasional-pada.html. Diakses pada tanggal 1 Mei 2012
2.
Jabar Malik,
Kurniawan. Berbagai Pengaruh Aspek –
Aspek ketahanan nasional. http://warnadangoresanpena.blogspot.com/2011/05/berbagai-pengaruh-aspek-aspek-ketahanan.html. Diakses pada tanggal 1 Mei 2012.
Rabu, 04 April 2012
IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA
WAWASAN NUSANTARA
Pengertian
Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional
Fungsi
1. Wawasan nusantara sebagai konsepsi ketahanan nasional, yaitu wawasan nusantara dijadikan konsep dalam pembangunan nasional, pertahanan keamanan, dan kewilayahan.
2. Wawasan nusantara sebagai wawasan pembangunan mempunyai cakupan kesatuan politik, kesatuan ekonomi, kesatuan sosial dan ekonomi, kesatuan sosial dan politik, dan kesatuan pertahanan dan keamanan.
3. Wawasan nusantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan negara merupakan pandangan geopolitik Indonesia dalam lingkup tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan yang meliputi seluruh wilayah dan segenap kekuatan Negara.
4. Wawasan nusantara sebagai wawasan kewilayahan, sehingga berfungsi dalam pembatasan negara, agar tidak terjadi sengketa dengan negara tetangga. Batasan dan tantangan negara Republik Indonesia adalah:
§ Risalah sidang BPUPKI tanggal 29 Mei-1 Juni 1945 tentang negara Republik Indonesia dari beberapa pendapat para pejuang nasional. Dr. Soepomo menyatakan Indonesia meliputi batas Hindia Belanda, Muh. Yamin menyatakan Indonesia meliputi Sumatera, Jawa, SundaKecil, Borneo, Selebes, Maluku-Ambon, Semenanjung Melayu, Timor, Papua, Ir. Soekarno menyatakan bahwa kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
§ Ordonantie (UU Belanda) 1939, yaitu penentuan lebar laut sepanjang 3 mil laut dengan cara menarik garis pangkal berdasarkan garis air pasang surut atau countour pulau/darat. Ketentuan ini membuat Indonesia bukan sebagai negara kesatuan, karena pada setiap wilayah laut terdapat laut bebas yang berada di luar wilayah yurisdiksi nasional.
§ Deklarasi Juanda, 13 Desember 1957 merupakan pengumuman pemerintah RI tentang wilayah perairan negara RI, yang isinya:
1. Cara penarikan batas laut wilayah tidak lagi berdasarkan garis pasang surut (low water line), tetapi pada sistem penarikan garis lurus(straight base line) yang diukur dari garis yang menghubungkan titik - titik ujung yang terluar dari pulau-pulau yang termasuk dalam wilayah RI.
2. Penentuan wilayah lebar laut dari 3 mil laut menjadi 12 mil laut.
3. Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) sebagai rezim Hukum Internasional, di mana batasan nusantara 200 mil yang diukur dari garis pangkal wilayah laut Indonesia. Dengan adanya Deklarasi Juanda, secara yuridis formal, Indonesia menjadi utuh dan tidak terpecah lagi.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan wawasan nusantara, yaitu:
1. Pelaksanaan kehidupan politik yang diatur dalam undang-undang, seperti UU Partai Politik, UU Pemilihan Umum, dan UU Pemilihan Presiden. Pelaksanaan undang-undang tersebut harus sesuai hukum dan mementingkan persatuan bangsa.Contohnya seperti dalam pemilihan presiden, anggota DPR, dan kepala daerah harus menjalankan prinsip demokratis dan keadilan, sehingga tidak menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa.
2. Pelaksanaan kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia harus sesuai denga hukum yang berlaku. Seluruh bangsa Indonesia harus mempunyai dasar hukum yang sama bagi setiap warga negara, tanpa pengecualian. Di Indonesia terdapat banyak produk hukum yang dapat diterbitkan oleh provinsi dan kabupaten dalam bentuk peraturan daerah (perda) yang tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku secara nasional.
3. Mengembagkan sikap hak asasi manusia dan sikap pluralisme untuk mempersatukan berbagai suku, agama, dan bahasa yamg berbeda, sehingga menumbuhkan sikap toleransi.
4. Memperkuat komitmen politik terhadap partai politik dan lembaga pemerintahan untuk menigkatkan semangat kebangsaan dan kesatuan.
5. Meningkatkan peran Indonesia dalam kancah internasional dan memperkuat korps diplomatik ebagai upaya penjagaan wilayah Indonesia terutama pulau-pulau terluar dan pulau kosong.
Sumber
Langganan:
Postingan (Atom)