Sabtu, 26 Maret 2011

conditional sentences and passive voice


Passive Sentences

Passive voice verbs are used in writing much more often than in speech, and they are used in some types of writing much more often than in others. Passives are used more in journalism (newspapers, magazines) than in fiction (novels, stories), but most journalists and fiction writers use far more active than passive sentences. However, passives are very common in all types of scientific and technical writing. Scientific articles often contain more passive than active sentences. You should not use passive voice verbs unless you have a good reason.

A. Relationship between active and passive:
1. The object of the active verb is the subject of the passive verb (“English” in the example sentences below). Therefore, verbs which cannot be followed by objects (intransitive verbs) cannot be used in passive voice.
These are some common intransitive verbs: appear, arrive, come, cry, die, go, happen, occur, rain, sleep, stay, walk. These verbs cannot be used in passive voice.
2. The passive verb always contains a form of the auxiliary verb be. The form of be in the passive verb phrase corresponds to the form of the main verb in the active verb phrase (see the underlined words in the example sentences below). That is, if the active main verb is simple present tense, then a simple present tense form of be is used in the passive verb phrase; if the active main verb is -ING, then the -ING form of be is used in the passive verb phrase; and so on.
3. The main verb in a passive predicate verb phrase is always the participle form of the verb.
4. Some examples of active and passive sentences:
ACTIVE: They speak English.
PASSIVE: English is spoken.

ACTIVE: They spoke English.
PASSIVE: English was spoken.

ACTIVE: They will speak English.
PASSIVE: English will be spoken.

ACTIVE: They are going to speak English.
PASSIVE: English is going to be spoken.

ACTIVE: They are speaking English.
PASSIVE: English is being spoken.

ACTIVE: They were speaking English.
PASSIVE: English was being spoken.

ACTIVE: They have spoken English.
PASSIVE: English has been spoken.

ACTIVE: They had spoken English.
PASSIVE: English had been spoken.

ACTIVE: They will have spoken English.
PASSIVE: English will have been spoken.

5. Perfect progressive verb forms are generally used in active voice only. That is, these are good English sentences:
ACTIVE: They have been speaking English.
ACTIVE: They had been speaking English.
ACTIVE: They will have been speaking English.

But sentences like these are rarely used:
PASSIVE: English has been being spoken.
PASSIVE: English had been being spoken.
PASSIVE: English will have been being spoken.


B. Most passive sentences do not contain an agent; all active sentences contain an agent.
1. An agent is the subject of the active verb. In the example sentences above, the agent is “they” in all the active sentences; the passive sentences do not contain an agent.
2. When a passive sentence contains an agent, it is in a prepositional phrase following the verb. For example:
English is spoken by them.
In the following sentences, the noun “teachers” is the agent in both sentences. “Teachers” is also the subject of the active verb, but “exams” is the subject of the passive verb.
ACTIVE: Teachers prepare exams.
PASSIVE: Exams are prepared by teachers.

C. You should not use passive voice unless you have a good reason.
Here are some good reasons for using passive voice:
1. Passive voice is often used when the agent (the doer of an action; the subject of an active verb) is obvious, unknown, or unnecessary:
Oranges are grown in California.
Toyotas are made in Japan.
Her purse was stolen.

2. Passive voice is often used when the agent is known, but the speaker/writer doesn’t want to mention it:
She was given bad advice.
A mistake has been made.

3. Passive voice is often used when the agent is very general such as people or somebody.
English is spoken here.
The door should be locked.

4. Passive voice is often used when the speaker/writer wants to emphasize a result:
Several thousand people were killed by the earthquake.
5. Passive voice is often used when the speaker/writer wants to keep the same subject for two or more verbs but this would not be possible if both verbs were the same voice (active or passive).
For example, in a conversation about George, a speaker would probably use sentence a below rather than sentence b (both sentences are correct).
a. George had several interviews before he was hired by a software company.
b. George had several interviews before a software company hired him.




Conditional Sentences

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita berandai-andai. Misalnya, seandainya (jika) kamu mau jadi pacar saya, saya akan buat kamu orang paling bahagia di dunia. Seandainya saya kaya, saya akan bangun hotel bintang 5 di pantai Kuta. Seandainya saya punya sayap, saya akan terbang petikkan bintang untukmu. Dan seterusnya.  Kalimat-kalimat seperti ini disebut kalimat pengandaian atau dalam bahasa Inggris disebut conditional sentences.
Dalam bahasa Inggris, conditional sentences pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.  digunakannya kata if dalam anak kalimat (subordinate clause). Karena clause ini diawali oleh if maka disebut if clause.
b.  digunakannya modal auxiliary, seperti will, can, may, must, would, could, might, etc. pada pokok kalimat (main clause).
Conditional sentences dikelompokkan menjadi 2 tipe, yaitu: real conditional dan unreal/contrary to fact. Tulisan ini khusus membahas real conditionals, sedangkan untuk unreal conditional dapat dibaca di topik Conditional sentences (Part 2).

Real conditionals (factual / habitual / hypothetical / future possible)

Kalimat pengandaian tipe ini digunakan untuk mengekpresikan situasi atau aktivitas yang biasanya terjadi atau akan terjadi jika situasi pada if clause terpenuhi. Dengan kata lain, apa yang diandaikan itu memiliki peluang untuk terjadi atau menjadi kenyataan.
Sebagai contoh, ketika seorang teman mengajak saya, apakah malam ini saya mau nonton atau tidak, saya mungkin katakan:
If I have the time, I will go.  (Jika saya punya waktu, saya akan pergi).
Kalimat ini secara implisit juga berarti,
If I don’t have the time, I will not go. (Jika saya tidak punya waktu, saya tidak akan pergi).

Penggunaan real conditionals

Kalimat pengandaian tipe ini dapat digunakan untuk menyatakan:

a. Future time

If + S + present tense,  S +
will
+ Verb1
can
may
must
Note: if clause bisa diletakkan di depan kalimat (seperti formula di atas), bisa juga diletakkan di belakang setelah main clause. Ini tidak merubah arti kalimat. Dengan catatan, jika if clause diletakkan di belakang, tanda koma tidak diperlukan.
Contoh:
If I have the money, I will give it to you.  (Jika saya punya uangnya, saya akan memberikannya kepada kamu).
If you keep driving on this speed, we may arrive at home before 10 p.m. (Jika kamu terus nyetir mobil pada kecepatan ini, kita mungkin tiba di rumah sebelum jam 10 malam).
I can pass this subject if I study hard. (Saya dapat lulus mata kuliah ini, jika saya belajar giat).
You must bring an umbrella if I you don’t want to get wet. (Kamu harus membawa payung, jika kamu tidak ingin basah (kehujanan).

b. Habitual (kebiasaan/habit)

If + S + verb1,  S + verb1
Note: Dalam formula ini, modal auxiliary tidak digunakan.
Contoh:
If Budi has enough time, he usually walks to campus. (Jika Budi punya cukup waktu, dia biasanya jalan kaki ke kampus).
I usually watch football on TV every Saturday night if I do not fall asleep. (Saya biasanya nonton sepakbola di TV tiap Sabtu malam jika saya tidak tertidur).
If he has money, he always treats us. (Jika dia punya uang, dia selalu mentraktir kita).

c.  Command (perintah)

If + S + verb1,  S + verb1
Contoh:
If you finish with your work, please help me. (Jika kamu selesai dengan pekerjaanmu, tolong bantu saya).
Please give me a cigarette if you don’t mind. (Tolong beri saya sepuntung rokok, jika kamu tidak keberatan).
If you have time, please meet me in my office.  (Jika kamu punya waktu, tolong temui saya di kantor saya).

Minggu, 05 Desember 2010

Manusia dan penderitaan

Penderitaan

Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu perristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.
Mengenai penderitaan yang dapat memberikan hikmah, contoh yang gamblang dapat dapat dicatat disini adalah tokoh-tokoh filsafat eksistensialisme. Misalnya Kierkegaard (1813-1855), seorang filsuf Denmark, sebelum menjadi seorang filsuf besar, masa kecilnya penuh penderitaan. Penderitaan yang menimpanya, selain melankoli karena ayahnya yang pernah mengutuk Tuhan dan berbuat dosa melakukan hubungan badan sebelum menikah dengan ibunya, juga kematian delapan orang anggota keluarganya, termaksud ibunya, selama dua tahun berturut-turut. Peristiwa ini menimbulkan penderitaan yang mendalam bagi Soren Kierkegaard, dan ia menafsirkan peristiwa ini sebagai kutukan Tuhan akibat perbuatan ayahnya. Keadaan demikian, sebelum Kierkegaard muncul sebagai filsuf, menyebabkan dia mencari jalan membebaskan diri (kompensasi) dari cengkraman derita dengan jalan mabuk-mabukan. Karena derita yang tak kunjung padam, Kierkegaard mencoba mencari “hubungan” dengan Tuhannya, bersamaan dengan keterbukaan hati ayahnya dari melankoli. Akhirnya ia menemukan dirinya sebagai seorang filsuf eksistensial yang besar.
Penderitaan Nietzsche (1844-1900), seorang filsuf Prusia, dimulai sejak kecil, yaitu sering sakit, lemah, serta kematian ayahnya ketika ia masih kecil. Keadaan ini menyebabkan ia suka menyendiri, membaca dan merenung diantara kesunyian sehingga ia menjadi filsuf besar.
Lain lagi dengan filsuf Rusia yang bernama Berdijev (1874-1948). Sebelum dia menjadi filsuf, ibunya sakit-sakitan. Ia menjadi filsuf juga akibat menyaksikan masyarakatnya yang sangat menderita dan mengalami ketidakadilan.
Sama halnya dengan filsuf Sartre (1905-1980) yang lahir di Paris, Perancis. Sejak kecil fisiknya lemah, sensitif, sehingga dia menjadi cemoohan teman-teman sekolahnya. Penderitaanlah yang menyebabkan ia belajar keras sehingga menjadi filsuf yang besar.
Masih banyak contoh lainnya yang menunjukkan bahwa penderitaan tidak selamanya berpengaruh negatif dan merugikan, tetapi dapat merupakan energi pendorong untuk menciptakan manusia-manusia besar.
Contoh lain ialah penderitaan yang menimpa pemimpin besar umat Islam, yang terjadi pada diri Nabi Muhammad. Ayahnya wafat sejak Muhammad dua bulan di dalam kandungan ibunya. Kemudian, pada usia 6 tahun, ibunya wafat. Dari peristiwa ini dapat dibayangkan penderitaan yang menimpa Muhammad, sekaligus menjadi saksi sejarah sebelum ia menjadi pemimpin yang paling berhasil memimpin umatnya (versi Michael Hart dalam Seratus Tokoh Besar Dunia).


Penderitaan dan Kenikmatan

Tujuan manusia yang paling populer adalah kenikmatan, sedangkan penderitaan adalah sesuatu yang selalu dihindari oleh manusia. Oleh karena itu, penderitaan harus dibedakan dengan kenikmatan, dan penderitaan itu sendiri sifatnya ada yang lama dan ada yang sementara. Hal ini berhubungan dengan penyebabnya. Macam-macam penderitaan menurut penyebabnya, antara lain: penderitaan karena alasan fisik, seperti bencana alam, penyakit dan kematian; penderitaan karena alasan moral, seperti kekecewaan dalam hidup, matinya seorang sahabat, kebencian orang lain, dan seterusnya.Semua ini menyangkut kehidupan duniawi dan tidak mungkin disingkirkan dari dunia dan dari kehidupan manusia.
Penderitaan dan kenikmatan muncul karena alasan “saya suka itu” atau “sesuatu itu menyakitkan”. Kenikmatan dirasakan apabila yang dirasakan sudah didapat, dan penderitaan dirasakan apabila sesuatu yang menyakitkan menimpa dirinya. Aliran yang ingin secara mutlak menghindari penderitaan adalah hedonisme, yaitu suatu pandangan bahwa kenikmatan itu merupakan tujuan satu-satunya dari kegiatan manusia, dan kunci menuju hidup baik. Penafsiran hedonisme ada dua macam, yaitu:
1. Hedonisme psikologis yang berpandangan bahwa semua tindakan diarahkan untuk mencapai kenikmatan dan menghindari penderitaan.
2. Hedonisme etis yang berpandangan bahwa semua tindakan ‘harus’ ditujukan kepada kenikmatan dan menghindari penderitaan.
Kritik terhadap hedonisme ialah bahwa tidak semua tindakan manusia hedonistis, bahkan banyak orang yang tampaknya merasa bersalah atas kenikmatan-kenikmatan mereka. Dan hal ini menyebabkan mereka mengalami penderitaan. Pandangan Hedonis psikologis ialah bahwa semua manusia dimotivasi oleh pengejaran kenikmatan dan penghindaran penderitaan. Mengejar kenikmatan sebenarnya tidak jelas, sebab ada kalanya orang menderita dalam rangka latihan-latihan atau menyertai apa yang ingin dicapai atau dikejarnya. Kritik Aristoteles ialah bahwa puncak etika bukan pada kenikmatan, melainkan pada kebahagiaan. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kenikmatan bukan tujuan akhir, melainkan hanya “pelengkap” tindakan. Berbeda dengan John Stuart Mill yang membela Hedonisme melalui jalan terhormat, utilitarisme yaitu membela kenikmatan sebagai kebaikan tertinggi. Suatu tindakan itu baik sejauh ia lebih “berguna” dalam pengertian ini, yaitu sejauh tindakan memaksimalkan kenikmatan dan meninimalkan penderitaan.


Penderitaan dan Kasihan

Kembali kepada masalah penderitaan, muncul Nietzsche yang memberontak terhadap pernyataan yang berbunyi: “Dalam menghadapi penderitaan itu, manusia merasa kasihan”. Menurut Nietzche, pernyataan ini tidak benar, penderiutaan itu adalah suatu kekurangan vitalitas. Selanjutnya ia berkata, “sesuatu yang vital dan kuat tidak menderita, oleh karenanya ia dapat hidup terus dan ikut mengembangkan kehidupan semesta alam. Orang kasihan adalah yang hilang vitaliatasnya, rapuh, busuk dan runtuh. Kasihan itu merugikan perkembangan hidup”. Sehingga dikatakannya bahwa kasihan adalah pengultusan penderitaan. Pernyataan Nietzsche ini ada kaitannya dengan latar belakang kehidupannya yang penuh penderitaan. Ia mencoba memberontak terhadap penderitaan sebagai realitas dunia, ia tidak menerima kenyataan. Seolah-olah ia berkata, penderitaan jangan masuk ke dalam hidup dunia. Oleh karena itu, kasihan yang tertuju kepada manusia harus ditolak, katanya.
Pandangan Nietzsche tidak dapat disetujui karena: pertama, di mana letak humanisnya dan aliran existensialisme. Kedua, bahwa penderitaan itu ada dalam hidup manusia dan dapat diatasi dengan sikap kasihan. Ketiga, tidak mungkin orang yang membantu penderita, menyingkir dan senang bila melihat orang yang menderita. Bila demikian, maka itu yang disebut sikap sadisme. Sikap yang wajar adalah menaruh kasihan terhadap sesama manusia dengan menolak penderitaan, yakni dengan berusaha sekuat tenaga untuk meringankan penderitaan, dan bila mungkin menghilangkannya
.

Penderitaan dan Noda Dosa pada Hati Manusia.

Penderitaan juga dapat timbul akibat noda dosa pada hati manusia (Al-Ghazali, abad ke 11). Menurut Al-Ghazali dalam kitabnya Ihyaa’ Ulumudin, orang yang suka iri hati, hasad, dengki akan menderita hukuman lahir-batin, akan merasa tidak puas dan tidak kenal berterima kasih. Padahal dunia tidak berkekurangan untuk orang-orang di segala zaman. Allah SWT telah memberi ilmu dan kekayaan atau kekuasaan-Nya, karena itu penderitaan-penderitaan lahir ataupun batin akan selalu menimpa orang-orang yang mempunyai sifat iri hati, hasad, dengki selama hidupnya sampai akhir kelak.
Untuk mengobati hati yang menderita ini, sebelumnya perlu diketahui tanda- tanda hati yang sedang gelisah (hati yang sakit). Perlu diketahui bahwa setiap anggota badan diciptakan untuk melakukan suatu pekerjaan. Apabila hati sakit maka ia tidak dapat melakukan pekerjaan dengan sempurna ia kacau dan gelisah. Ciri hati yang tidak dapat melakukan pekerjaan ialah apabila ia tidak dapat berilmu, berhikmah, bermakrifat, mencintai Allah dengan menyembah-Nya, merasa erat dan nikmat mengingat-Nya.
Sehubungan dengan pernyataan ciri-ciri yang menderita, Allah berfirman:
Aku tidak menciptakan jin dan manusia selain hanya untuk menyembah kepada-Ku”. (QS. 51: 56)
“Barangsiapa merasa mengerti sesuatu, tetapi tidak mengenal Allah, sesungguhnya orang tersebut tidak mengerti apa-apa. Barangsiapa mempunyai sesuatu yang dicintainya lebih daripada mencintai Allah, maka sesungguhnya hatinya sakit. “katakanlah, hai Muhammad, apabila orang tuamu, anakmu, saudaramu, istrimu, handai tolanmu, harta bendamu yang engkau tumpuk dalam simpanan serta barang dagangan yang yang engkau khawatirkan ruginya dan rumah tempat tinggal yang kamu senangi itu lebih kamu cinta daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjuang di jalan Allah, maka tunggulah sampai perintah Allah datang”. (QS. 9: 24).
Hal lain yang menimbulkan derita terhadap seseorang adalah merasakan suatu keinginan atau dorongan yang tidak dapat diterima atau menimbulkan keresahan, gelisah, atau derita. Maka ia pun berusaha menjauhkan diri dari lingkup kesadaran atau perasaannya. Akhirnya, keinginan atau dorongan itu tertahan dalam alam bawah sadar. Namun, sering orang itu mengekspresikan keinginan atau dorongan itu secara tidak sadar atau dengan ucapan yang keliru. Atau, apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?
Dan kalau Kami mengkhendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu, sehingga kamu dapat benar-benar mengenal mereka dengan tanda-tandanya, tetapi kamu mengenal mereka dari bicara mereka, dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu”. (QS. 47: 29-30).
Demikianlah Al-Quran telah mengisyaratkan tentang adanya ciri-ciri orang yang tidak sadar (menderita) lewat kata-kata yang keliru, sejak 14 abat yang lalu sebelum dikemukakan oleh Freud, penemu teori psikoanalisis. Bahkan sebuah hadist mengatakan:
“Tak seorang pun yang menyembunyikan suatu rahasia kecuali jika Allah akan memberinya penutup. Apabila penutup itu baik, maka rahasia itu baik, dan apabila penutup itu buruk maka buruk pula rahasia itu”. (Tafsir Ibn Katsir, Vol. 4 hal. 180).
Obat supaya hati sehat di firmankan Allah sebagai berikut:
“Kecuali orang yang datang ke hadirat Allah SWT dengan hati yang suci”. (QS. 26: 89 ).
Jadi, mengenal atau makrifat kepada Allah yang membawa semangat taat kepada Allah SWT dengan cara menentang hawa nafsu, merupakan obat untuk menyembuhkan penyakit dalam hati (menderita gelisah) (Al-Ghazali, abad ke-11).

Minggu, 31 Oktober 2010

TENTANG BAAK

 

TENTANG BAAK




1. Profil BAAK

BAAK Universitas Gunadarma adalah biro yang menangani segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di Universitas Gunadarma dan administrasi akademik bagi seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma. Bagian yang terdapat di BAAK antara lain :
1.    BAAK Fakultas (Ilmu Komputer, Ekonomi, Teknik Sipil & Perencanaan, Teknologi Industri, Psikologi, dan Sastra);
2.    Bagian Ujian Semester dan Bank Soal;
3.    Bagian Koordinasi Perkuliahan
o        Sub Bagian Jadwal Kuliah;
o        Sub Bagian Koordinasi Mata Kuliah dan Penasihat Akademik;
o        Sub Bagian Penghubung dan Pendamping Dosen.
4.    Bagian Monitoring Kuliah.
o        Sub Bagian Monitoring Kehadiran Dosen;
o        Sub Bagian Monitoring Kehadiran Mahasiswa

KALENDER AKADEMIK

Satu Tahun Akademik dibagi dalam dua semester yaitu perkuliahan pada Semester Ganjil dan Semester Genap. Perkuliahan pada Semester Ganjil umumnya dimulai bulan September hingga Januari, sedangkan Semester Genap dimulai bulan Februari hingga Agustus. Kalender Akademik yang berisi rincian kegiatan selama satu semester akan diumumkan diawal semester.  Kalender Akademik akan diumumkan melaluiBAAK On_Line atau ditempel pada papan pengumuman dan dipasang di beberapa tempat strategis di setiap kampus (Kampus A, C, D, E, G, dan H).
Setiap mahasiswa wajib memperhatikan jadwal kegiatan yang tertera didalam kalender akademik karena setiap keterlambatan atau kelalaian dalam mengikuti kegiatan akademik akan berakibat pada pemberian sanksi skorsing atau tidak diperkenankan mengikuti kegiatan akademik tertentu.
2. struktur BAAK.

struktur BAAK terbagi atas :


1. Sub fakultas.
2. Sub koordinasi perkuliahan.
3. Sub monitorning perkuliahan.
4. Sub ujian.

3. situs SAP

Satuan Acara Perkuliahan (SAP) ialah yang berisi pembagian materi suatu matakuliah tiap kali kuliah (setiap pertemuan). SAP berisi rincian materi kuliah setiap pertemuan kuliah dan berikut tujuan belajarnya serta buku-buku acuan untuk belajar. Yang dimaksud tujuan belajar ialah apa yang minimal dikuasai mahasiswa setelah mendapat materi perkuliahan. Setiap mata kuliah memiliki Satuan Acara Pengajaran (SAP) yang merupakan penjabaran secara rinci rencana perkuliahan. SAP tersebut harus memuat unsur-unsur sebagai berikut : 
·                     Kode, nomor, dan nama mata kuliah.
·                     Kedudukan mata kuliah (Mata Kuliah Umum (MKU), Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK) dan Mata Kuliah Keahlian (MKK))
·                     Semester dan tahun mata kuliah tersebut diajarkan.
·                     Bobot kredit.
·                     Tujuan mata kuliah.
·                     Mata Kuliah prasyarat (bilamana perlu).
·                     Nama pengajar.
·                     Waktu dan tempat kuliah
·                     Rincian acara perkuliahan dan bahan bacaan wajib dan anjuran.
·                     Cara mengevaluasi proses belajar-mengajar.


4. Buku pedoman

Buku pedoman adalah , salah satu sarana yang dapat di gunakan oleh seluruh mahasiswa Guna Darma. Buku pedoman ini mempermudah mahasiswa untuk mengetahui segala jenis informasi.

Jenis - jenis Buku pedoman universitas Guna Darma :

5.Situs Jurusan

Ada pun jurusan yang di sediakan oleh universitas Guna Darma antara lain :

* Ilmu komputer,
     > Sistem komputer dan teknologi komputer.
     > Sistem informasi dan manajemen informatika.

* Ekonomi.
     > Manajemen.
     > Akuntansi.

* Teknologi industri.
     > Informatika
     > Elektro.
     > Mesin.
     > Teknik industri.

* Teknik sipil dan perencanaan.
     > Teknik Sipil.
     > Teknik Arsitektur.

* Psikologi.

* Sastra.

* Diploma.
     > Kebidanan.
     > Teknik Komputer.
     > Manajemen Keuangan.
     > Manajemen Pemasaran.
     > Akuntansi.


Kelebihan dari BAAK :

1.    BAAK bersifat online , jadi dimana pun kita berada kita dapat mengetahui informasi tentang gunadarma.
2.    Seluruh informasi tentang gunadarma tercantum di dalam BAAK


Kelemahan dari BAAK :

Server terkadang sulit hubungi / bermasalah






1. Profil BAAK

BAAK Universitas Gunadarma adalah biro yang menangani segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di Universitas Gunadarma dan administrasi akademik bagi seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma. Bagian yang terdapat di BAAK antara lain :
1.    BAAK Fakultas (Ilmu Komputer, Ekonomi, Teknik Sipil & Perencanaan, Teknologi Industri, Psikologi, dan Sastra);
2.    Bagian Ujian Semester dan Bank Soal;
3.    Bagian Koordinasi Perkuliahan
o        Sub Bagian Jadwal Kuliah;
o        Sub Bagian Koordinasi Mata Kuliah dan Penasihat Akademik;
o        Sub Bagian Penghubung dan Pendamping Dosen.
4.    Bagian Monitoring Kuliah.
o        Sub Bagian Monitoring Kehadiran Dosen;
o        Sub Bagian Monitoring Kehadiran Mahasiswa

KALENDER AKADEMIK

Satu Tahun Akademik dibagi dalam dua semester yaitu perkuliahan pada Semester Ganjil dan Semester Genap. Perkuliahan pada Semester Ganjil umumnya dimulai bulan September hingga Januari, sedangkan Semester Genap dimulai bulan Februari hingga Agustus. Kalender Akademik yang berisi rincian kegiatan selama satu semester akan diumumkan diawal semester.  Kalender Akademik akan diumumkan melaluiBAAK On_Line atau ditempel pada papan pengumuman dan dipasang di beberapa tempat strategis di setiap kampus (Kampus A, C, D, E, G, dan H).
Setiap mahasiswa wajib memperhatikan jadwal kegiatan yang tertera didalam kalender akademik karena setiap keterlambatan atau kelalaian dalam mengikuti kegiatan akademik akan berakibat pada pemberian sanksi skorsing atau tidak diperkenankan mengikuti kegiatan akademik tertentu.
2. struktur BAAK.

struktur BAAK terbagi atas :


1. Sub fakultas.
2. Sub koordinasi perkuliahan.
3. Sub monitorning perkuliahan.
4. Sub ujian.

3. situs SAP

Satuan Acara Perkuliahan (SAP) ialah yang berisi pembagian materi suatu matakuliah tiap kali kuliah (setiap pertemuan). SAP berisi rincian materi kuliah setiap pertemuan kuliah dan berikut tujuan belajarnya serta buku-buku acuan untuk belajar. Yang dimaksud tujuan belajar ialah apa yang minimal dikuasai mahasiswa setelah mendapat materi perkuliahan. Setiap mata kuliah memiliki Satuan Acara Pengajaran (SAP) yang merupakan penjabaran secara rinci rencana perkuliahan. SAP tersebut harus memuat unsur-unsur sebagai berikut : 
·                     Kode, nomor, dan nama mata kuliah.
·                     Kedudukan mata kuliah (Mata Kuliah Umum (MKU), Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK) dan Mata Kuliah Keahlian (MKK))
·                     Semester dan tahun mata kuliah tersebut diajarkan.
·                     Bobot kredit.
·                     Tujuan mata kuliah.
·                     Mata Kuliah prasyarat (bilamana perlu).
·                     Nama pengajar.
·                     Waktu dan tempat kuliah
·                     Rincian acara perkuliahan dan bahan bacaan wajib dan anjuran.
·                     Cara mengevaluasi proses belajar-mengajar.


4. Buku pedoman

Buku pedoman adalah , salah satu sarana yang dapat di gunakan oleh seluruh mahasiswa Guna Darma. Buku pedoman ini mempermudah mahasiswa untuk mengetahui segala jenis informasi.

Jenis - jenis Buku pedoman universitas Guna Darma :

5.Situs Jurusan

Ada pun jurusan yang di sediakan oleh universitas Guna Darma antara lain :

* Ilmu komputer,
     > Sistem komputer dan teknologi komputer.
     > Sistem informasi dan manajemen informatika.

* Ekonomi.
     > Manajemen.
     > Akuntansi.

* Teknologi industri.
     > Informatika
     > Elektro.
     > Mesin.
     > Teknik industri.

* Teknik sipil dan perencanaan.
     > Teknik Sipil.
     > Teknik Arsitektur.

* Psikologi.

* Sastra.

* Diploma.
     > Kebidanan.
     > Teknik Komputer.
     > Manajemen Keuangan.
     > Manajemen Pemasaran.
     > Akuntansi.


Kelebihan dari BAAK :

1.    BAAK bersifat online , jadi dimana pun kita berada kita dapat mengetahui informasi tentang gunadarma.
2.    Seluruh informasi tentang gunadarma tercantum di dalam BAAK


Kelemahan dari BAAK :

1.    Server terkadang sulit hubungi / bermasalah
2.    Informasi masih ada yang kerang jelas